Sebagian masyarakat Indonesia yakin, telur yang dikonsumsi
mentah atau tak terlalu matang mengandung lebih banyak
nutrisi. Hal tersebut tidak benar dan berisiko mengakibatkan
keracunan (food poisoning). Risiko food poisoning lebih
besar pada orang dengan daya tahan tubuh lemah. Kondisi ini
biasanya ditemukan pada orang yang sedang sakit, lansia, dan
anak. Efeknya mulai dari sakit perut, muntah, dan buang air
besar beberapa kali. Telur yang dimasak telah melalui
predigesting yang memudahkan proses pencernaan. Proses
memasak tidak mengubah kandungan nutrisi dalam telur.
Tentunya telur jangan dimasak terlalu matang (overcooked)
atau dengan terlalu banyak minyak. Saat ini bisa dikatakan
telur adalah sumber protein terbaik. Dengan harga yang tak
terlalu mahal, telur bisa dijangkau seluruh lapisan
masyarakat. Telur juga mudah diolah dan bisa dikonsumsi
berbagai rentang usia.
Kalau kamu, termasuk tim ‘matang’ atau tim
‘setengah matang’?
source : detik.com

