Vokalis Navicula Nilai RUU Permusikan Membatasi Ruang Ekspresi Musisi

posted in: Breaking News, Music, News | 0

Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan yang diusulkan oleh Komisi X DPR banyak dikritik oleh para musisi di tanah air. Kritikan tersebut mencuat karena RUU Pemusikan tersebut akan menjadi aturan ‘Pasal Karet’ yang dapat membuih para musisi atau seniman musik dalam UU ITE. Aturan yang dimaksud adalah di Pasal 5 yang berisikan beberapa larangan bagi para musisi. Mulai membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat konten pornografi hingga membuat musik provokatif.

Gede Robi Supriyanto atau akrabnya di sapa Robi, yang merupakam vocalis band Navicula, melihat RUU tersebut bisa membatasi ruang ekspresi para musisi dan seniman musik di tanah air.Robi juga mempertanyakan, tentang musik provokasi seperti apa ukuran dan jelasnya. Karena bisa saja itu menjadi Pasal karet. Menurut Robi, sebenarnya banyak hal yang lebih penting untuk dimasukan ke dalam RUU Permusikan. Misalnya seperti pelestarian membangun ekositem dan pelestarian musik secara holistik di Indonesia. Selain itu, terkait isi yang membawa budaya barat yang negatif. Robi juga kembali mempertanyakan ukuran negatifnya itu seperti apa. Apakah musik rock dari Amerika itu budaya negatif karena keras dan menggangu tetangga sekitar. Hal tersebut, menurutnya sungguh sangat kabur dan tidak tidak jelas terkait ukuran budaya barat yang negatif. Menurut Robi dengan usulan RUU Permusikan tersebut, bisa dinilai menjadi defensif dalam iklim demokrasi di Indonesia.

 

sumber : tribun jogja