Pop Survey: Susahnya Nyelesein Skripsi

posted in: Depan | 0

Akademia Jogja lagi berjuang menuju sarjana? Susah nyelesein skripsi? Nah, kami punya pop survey yang kami sebar tentang apa sih yang sebenarnya menyebabkan skripsi mereka tidak kunjung kelar. Penasaran sama hasilnya? Simak lebih lanjut di bawah ini!

Survey yang sempat kami sebar di media sosial ini diikuti oleh akademia Jogja, 60% adalah perempuan dan 40% adalah laki-laki. Total berjumlah 152 responden, 45 orang di antaranya berumur 22 tahun, 39 orang berumur 23 tahun, 34 orang berumur 21 tahun, dan sisanya berumur antara 20 hingga 30 tahun.

surveyskripsi

Nah, 32% dari responden ini berkuliah di kampus UGM, 18% di kapus UNY, 7% di UII dan AMIKOM, dan sisanya di berbagai kampus lain di Yogyakarta. Untuk angkatan, responden survey ini sebanyak 41% merupakan angkatan 2011, 27% angkatan 2010, 18% angkatan 2009, 3% angkatan 2008, dan ada 10% berangkatan lebih tua dari 2007. Wah! Bener-bener gak kelar-kelar ya kuliahnya! 😮

Kesibukan sehari-hari dari responden-responden ini antara lain 30% memiliki pekerjaan, 40% punya kesibukan main bareng teman-temannya, 10% sibuk berorganisasi dan berkomunitas, 5% sibuk pacaran, dan 15% punya kegiatan les atau kuliah.

Masuk ke pertanyaan sudah berapa lama mengerjakan skripsi, sebagian besar responden (43%) menjawab sudah mengerjakan skripsi selama 2-6 bulan. Ada 21% yang menjawab sudah mengerjakan skripsi selama lebih dari 1,5 tahun dan 17% menjawab sudah mengerjakan selama setahun. Sisanya 11% menjawab sudah mengerjakan skripsi selama 7-11 bulan dan 8% yang menjawab mengerjakan  skripsi selama kurang dari 1 bulan. Jika dilihat, dosen pembimbing dari responden ini sebagian besar laki-laki (64%).

Hm, masuk ke penyebab skripsi gak kelar-kelar nih! Lebih dari setengah dari total responden menyebutkan alasannya adalah karena malas menyentuh skripsinya. Ada 17% yang menyebutkan karena revisi tak kunjung kelar, 14% karena dospem susah ditemui, 3% karena birokrasi di kampus yang ribet, dan 1% karena narasuber yang sulit untuk dipegang. Dari skala 1-10, sebagian besar menjawab kalau skripsi menyebabkan mereka stress sebesar skala 5-10.

Lalu, apa sih yang paling malesin? Ternyata, sebagian besar berkata kalau orang tua dan keluarga yang nanyain kapan lulus melulu adalah hal paling membuat mereka malas skripsi (55%). Hal kedua yang juga bikin malas adalah dospem (32%), birokrasi kampus (7%), dan narasumber (6%). Mengenai distraksi terbesar, nonton, main, dan internetan adalah distraksi terbesar yang dialami (57%). Dilanjutkan distraksi ajakan main dari teman-teman (23%), pekerjaan yang menyita waktu (16%), dan terakhir adalah distraksi pacaran (4%).

Akademia Jogja mengalami hal serupa kah? Nah, ternyata hasil dari survey ini menyatakan kalau hambatan terbesar adalah dari diri sendiri. Tapi, hanya diri sendiri yang bisa bikin skripsi kita kelar juga. Makanya, harus tetap semangat ya karena skripsi pasti berlalu! Pasti akan indah pada waktunya 😀