PEMBANGUNAN BANDARA KULON PROGO SUDAH TERTULIS DI KITAB KUNO

posted in: Jogjapedia | 0

Presiden Joko Widodo membacakan sabda leluhur terkait keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta. Menurut sabda leluhur tersebut, keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta memang udah diramalin bakalan ada sama leluhur.

Isi sabda leluhur yang dikutip dari kitab kuno belantaran Jawa itu berbunyi;

Sesuk ning tlatah kene bakal ono wong dodolan cau nang awang-awang. Tlatah Temon iki bakal dadi susuhe kinjeng wesi. Tlatah sak lor kidul gunung jeruk bakal dadi kutho. Glagah bakal dadi mercusuaring bawono,”

Artinya; “Suatu saat ini di wilayah ini akan ada orang berjualan cingcau di angkasa. Wilayah Temon ini akan menjadi sarang capung besi. Wilayah utara dan selatan Gunung Jeruk akan menjadi kota (besar). Glagah akan menjadi mercusuar bagi dunia.”

Seperti yang kita tau Akademia Jogja, kalo Bandara Adi Sutjipto emang udah overload banget. Karena dengan kapasitas yang cuma 1,6 juta (penumpang) harus dipakai sama 7.6 juta (penumpang) saat ini. Itu kenapa bandara baru di Kulon Progo harus bisa segera terealisasi. Nantinya bandara internasional Yogyakarta bakalan bisa menampung 14 juta penumpang di tahap pertama pembangunannya.

Peletakan batu pertama pun diresmikan langsung sama Presiden Jokowi, jadi Babat Alas Nawung Kridha pun dimulai nih. Bisa diartikan, membuka, membersihkan, merapihkan, menata lahan, juga melakukan peletakan batu pertama.”

Dalam acara ini presiden didampingi langsung sama Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Pesero) Danang S Baskoro. Kita doain aja ya Akademia Jogja, kalo pembangunannya bisa lancar berjalan.

fa/antara