Musik Metal Justru Bikin Manusia Lebih Kalem

posted in: Depan | 0

Anggapan kalau musik-musik keras macam metal dan punk rock bakal memicu amarah dibantah oleh studi dari peneliti dari Universitas Queensland baru-baru ini. Dr Genevieve Dingle dibantu mahasiswanya, Leah Sharman melakukan riset pada 39 pendengar musik keras dari rentang usia 18-34 tahun. Hasilnya mencengangkan, nyatanya musik ekstrem macam itu malah punya efek meredakan rasa marah.

Sharman menyatakan bahwa musik terbukti punya peran penting mempengaruhi emosi dalam diri manusia. Musik bisa memicu beragam emosi kesedihan sampai rasa senang. Nah, musik metal ternyata punya dampak positif nih bagi pendengarnya. Hentakan dan ritme kerasnya mampu membantu mengeksplorasi seluruh emosi yang sedang dirasakan. Selain itu, inspirasi dan keaktifan juga meningkat. Riset menunjukkan kalau tingkat permusuhan, cepat marah dan stres berkurang saat musik keras tadi diputar.

Penelitian soal musik keras nggak berhenti sampai di situ. Menurut Ian Sheperd yang seorang mastering engineer, album ‘1989’ Taylor Swift rupanya lebih cadas daripada ‘Black in Black’ milik grup band hard rock AC/DC. Nggak hanya melampaui kerasnya AC/DC, ‘1989’ ternyata juga lebih keras daripada album ‘The Black Album’ punya Metallica. Hal tersebut dikarenakan ‘1989’ berada di Dynamic Range 6, sedangkan ‘Black in Black’ dan ‘Dark Side of the Moon’ masing-masing ada di tingkat DR12 dan  DR11.

Penggemar musik metal ternyata juga lebih loyal sama band favoritnya. Tuh Akademia Jogja, boleh banget cari pacar anak metal, sama band aja setia apalagi sama kamu. Hehehe.

Sumber: Rolling Stones Indonesia | Teks: Sita | Editor:  Falafu