Jangan Cari Cowok yang Sempurna, Karena yang Sempurna Itu cuma Indomie Rebus Pake Cabe Rawit

posted in: Depan | 0

cowok

Kalo zaman dulu Mama Papa kita ditanyain arti cinta mungkin jawabannya sesingkat ‘saling sayang’. Tapi coba pertanyaan yang sama kita ajuin ke diri kita sendiri sekarang, hmm.. terms and conditions yang ngikutin definisnya pasti beruntun nggak abis-abis.

Memahami apa yang namanya cinta di era digital macem sekarang emang little bit complicated ya. Cinta zaman sekarang udah banyak ditumpangi sama yang namanya kepentingan. Tapi gimana ya kalo Aziz Ansari yang ngomongin cinta di bukunya yang berjudul MODERN LOVE. Singkatnya sih, ada 5 point penting yang dibahas sama Aziz di bukunya;

“Banyak nenek kakek kita yang nemu jodoh di usia muda dan mencintai pasangannya untuk tujuan berkeluarga.”

Menikah buat membangun keluarga
Kalo zaman vintage dulu, kenapa sih dua orang saling jatuh cinta? Ya sesimple pengen membangun keluarga. Hidup mereka jauh lebih simple, karena cinta mereka mungkin juga tulus-tulus aja dan nggak neko-neko. Biasanya lagi, nenek atau kake kita menikah sama circle terdekatnya, missal tetangga atau temennya tetangganya. Why? Simply karena emang di zaman itu nggak ada internet bahkan smartphones bahkan belum kepikiran buat dicipain. But people now days bisa sampe mana aja pake gadget, karena internet bisa take us everywhere we want! Tapi dulu, karena keinginan yang ngga muluk-muluk, banyak nenek kakek kita yang nemu jodoh di usia muda dan mencintai pasangannya untuk tujuan berkeluarga. And yet, mereka berhasil menikah happily puluhan tahun and they found love!

“Perempuan sekarang juga sudah lebih independent, membuat kita punya lebih banyak pilihan dalam menentukan cinta sejati.”

Nikah itu jalan nemuin cinta sejati
Now, things can’t be as simple marrying a nice man, right? Beberapa dari kita mungkin emang udah berhasil menemukan pria baik dengan pekerjaan dan latar belakang yang oke, tapi nggak ngerasa bahwa dia adalah soulmate kita. Yup, soulmate is the new search of love. Perempuan sekarang juga sudah lebih independent, membuat kita punya lebih banyak pilihan dalam menentukan cinta sejati. Bisa jadi ini yang bikin banyak cewek modern menikah di usia yang semakin matang, karena emang standardnya yang makin tinggi. Hmm.. asal nggak sampe jadi boomerang buat diri sendir ya, Squad. Karena langit nggak pernah ada ujungnya, mau dicari sampe mana?

“He better be good looking, wangi, fun, punya karir bagus, baik, and bla bla bla”

Tuntutan makin macem-macem
Kriteria pacar atau suami? Hmm.. He better be good looking, wangi, fun, punya karir bagus, baik, sopan, bertanggung jawab, sayang keluarga, nyambung sama temen-temen kita, romantis dan suka kasih surprise. Whoa! Itu kan kriteria pria satu kompleks digabungin, Squad! Jaman dulu, kriteria cari pasangan biasanya nggak se muluk ini. Misalnya, cowo bisa kasih kehidupan yang mapan untuk keluarga dan jujur aja sudah dirasa cukup. Sekarang, kita expect a lot dalam mencari pasangan and that is where things become so complicated.

“Isi timeline social media kita juga penuh sama temen-temen yang mamerin senyum bahagia dan kehidupan wah wah wah”

You always wonder if there’s someone better out there
Social media membuat lingkup pergaulan kita semakin luas. Internet bikin kita lebih pinter. That is good. But, sosmed juga yang bikin ekspektasi kita terhadap pasangan kadang jadi berlebihan, itulah kenapa sulit sekali menemukan manusia yang sesuai bayangan buat jadi pasangan kita. Kamu ngga pernah tau hal-hal buruk yang nggak ditunjukkan idola kamu di sosial media kan, Squad? Isi timeline social media kita juga penuh sama temen-temen yang mamerin senyum bahagia dan kehidupan wah wah wah, yang bikin kita juga nggak pengen kalah WAH. Tapi yakin nih, kalo udah WAH beneran bisa bahagia? Think twice! Kita ngga pernah tahu sebenernya kehidupan kaya apa yang mereka jalanin, masa iya sih hidup cuma ada baik terus kaya di dongeng-dongeng.

“Online dating site cuma fasilitas, keputusannya tetap harus kamu ambil dengan interaksi dan ketemu langsung!”

Online dating itu nggak salah loh, Squad
Online dating apps kayak Tinder yang sukses banget di Amerika dan Inggris, ternyata bagus buat kita ketemu sama orang baru. But, use it only to make appointment yah, Squad. Nggak sehat dating di depan komputer, chatting lama-lama tanpa ketemu sama the real person. Online dating site cuma fasilitas, keputusannya tetap harus kamu ambil dengan interaksi dan ketemu langsung! Karena yang namanya pasangan itu harus yang pandai menghadapi kita saat sedang marah, dan juga sabar sama kelemahan kita. Dan itu nggak bisa dites lewat layar gadget aja.

That’s it Squad, so buat kamu yang punya 1000 kriteria cowo idaman, think twice. Is that healthy for you? We aren’t encourage you to settle for less. But you should settle for the best for you. Pacar temen yang kelihatan macho dan ganteng, belum tentu pas buat kamu loh. Jangan juga judge seorang pria hanya setelah sekali ketemu. Invest more time buat kenal lebih jauh. Karena kepribadian seseorang ngga bisa dipahami hanya dengan kepo akun instagramnya aja. The internet has changed the way we find love dengan semakin banyak kriteria dan ekspektasi. Just make sure you do not fall into the trap of expecting perfection.

source: AMAZARA

Nobody’s perfect, but there’s someone out there who can love you just the way you are. Temukan yang melengkapi, karena yang sempurna itu cuma Indomie rebus pake cabe rawit :p”