BEGINI RASANYA TINGGAL DI ASRAMA MAHASISWA DAERAH

posted in: Depan | 0

lamin_etam

Apa yang pertama kali terbayang waktu kamu mendengar kata asrama mahasiswa? Bangunan dengan banyak kamar sebagai tempat tinggal mahasiswa, atau tempat singgah sekalian silaturahmi ke asrama temen kalau baru pulang kuliah? Terserah kamu sih menilai asrama itu gimana, tapi dibalik semua itu, ada banyak hal yang harus kamu ketahui tentang asrama mahasiwa.

1. Lingkungan

Asrama mahasiswa biasanya bisa ditemui di lingkungan yang beratmosfir akademis, dan punya ciri-ciri kehidupan didalamnya. Menurut riset kecil-kecilan aku, Yogyakarta yang terkenal sebagai Kota Pelajar ini jadi kota yang punya asrama mahasiswa terbanyak di Indonesia.

2. Asrama itu kayak portal masuk ke daerah lain

Hal ini bakal kamu rasain kalau berkunjung di asrama yang dikelola sama pemerintah provinsi di luar DIY. Pasti kamu pernah tau atau ngeliat beberapa asrama daerah di beberapa tempat di Jogja. Terus, kenapa dibilang portal ke daerah lain? Soalnya. Kalau kamu main kesana, kamu bakal ngerasa ada di daerah lain. Atmosfer yang berbeda, mulai dari bahasa, kebiasaan, tradisi sampai hal-hal lainnya. Kalau kamu pengen nyobain main ke berebagai daerah di Indonesia tapi belum punya budget yang cukup, coba deh main ke asrama-asrama ini, hehehe.

3. Banyaknya peraturan

Gerbang ditutup jam 9 malam, parkir motor harus 37 derajat ke menghadap barat laut. Itu tadi sebagian dari banyaknya peraturan yang harus kamu patuhi. Di beberapa asrama malah ada yang melakukan masa orientasi apakah kamu layak atau enggak diangkat jadi warga tetap buat tinggal disana. Nah, kalau kira-kira kamu nggak kuat tinggal di asrama karna peraturan ataupun orientasi, tenang aja, kamu bisa hidup bebas tanpa peraturan karna di Jogja tersedia banyak kos-kosan atau mungkin kamu tertarik jadi takmir di masjid? Udah ekonomis, penuh barokah pula 😀

4. Jadi warga yang seutuhnya

Udah punya KTP terus ngerasa resmi jadi warga Negara Indonesia? Eits… tunggu dulu! Hal ini justru bakal kamu rasain waktu tinggal di asrama. Beda sama mahasiswa yang tinggal di kosan atau ngontrak. Warga asrama biasanya bakal dan harus aktif di setiap kegiatan bermasyarakat. Misalnya, waktu gotong royong, penyuluhan di kelurahan, sampai acara nikahan pun anak asrama biasanya nggak pernah ketinggalan. Jadi, nggak salah kalau anak asrama itu dianggap jadi warga yang seutuhnya.

Kontributor: Leo Bisma