Awul-awul Akan Dimusnahkan

posted in: Depan | 0

Akademia Jogja hobi nyari baju awul-awul? Ada berita sedih, nih guys. Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang bersiap untuk menghentikan impor baju bekas alias awul-awul. Penghentian tersebut adalah bentuk implementasi dari UU No 7 Tahun 2014, untuk melindungi konsumen dari penyakit dan bakteri yang terbawa di pakaian-pakaian tersebut, serta untuk menghidupkan industri garmen skala kecil.

“Pakaian bekas itu jelas impor ilegal. Saya sedang koordinasikan dengan bea cukai supaya pakaian bekas impor tersebut tidak boleh masuk ke pasar dan tidak boleh dijual. Kita harus bisa memberikan pembinaan dan informasi yang jelas kepada masyarakat bahwa pakaian bekas berdampak negatif pada kesehatan konsumen. Meskipun harganya murah, tapi ongkos kesehatan yang akan ditimbulkan besar,” ujar Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (3/2/2015) dilansir dari Metrotvnews.com.

Kemendag juga punya kekhawatiran lain di mana kalau pakaian bekas tidak diatasi maka industri kecil garmen Indonesia tidak berkembang dan mati. Meski begitu, Gobel menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa menindak pakaian-pakaian bekas impor tersebut yang sudah terlanjur masuk ke pasar karena sulit untuk ditelusuri.

Secara lebih detil, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan menjelaskan bahwa sesuai dengan UU No 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan, barang impor yang diperbolehkan adalah barang dalam keadaan baru, UU tersebut juga diperkuat oleh Ketentuan Umum Impor No 54 Tahun 2012.

Partogi menambahkan bahwa pelarangan tersebut tidak akan berbenturan dengan UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, di mana dalam UU tersebut diperbolehkan menjual barang bekas dengan catatan penjualnya harus memberikan keterangan yang jelas tentang barang yang dijualnya.